Aug 4, 2019

Posted by in Technology | 0 Comments

Koneksi Internet vs. Koneksi Orang

Koneksi Internet vs. Koneksi Orang

Internet memiliki arti seperti mata pisau yang jika digunakan untuk keburukan, maka orang-orang akan melihat internet sebagai hal yang negatif. Begitupun sebaliknya, jika internet digunakan untuk hal yang benar maka internet bermakna sebagai hal yang positif.
Seperti internet rural yang hadir untuk mendobrak perbedaan yang terjadi di masyarakat kita. Banyaknya asumsi tentang desa yang ketinggalan zaman, membuat warga pedesaan tidak ingin ketinggalan informasi tentang dunia luar. Memang banyak kekhawatiran dengan koneksi internet yang tersebar luas.

Seperti asumsi semakin kita berinteraksi dengan teknologi, tidak berarti kita akan menjadi lebih bahagia. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak orang berinteraksi dengan media sosial seperti Facebook, semakin tidak bahagia mereka. Ada juga bukti yang mendukung gagasan bahwa lebih banyak teknologi secara umum tidak serta-merta membuat kita lebih bahagia. Sementara ya, kemajuan dalam teknologi perawatan kesehatan, peningkatan kualitas hidup seperti pemurnian air, dan pencapaian teknologi lainnya telah memperpanjang kehidupan manusia (dan kapasitas manusia untuk bahagia), faktor-faktor lain telah melindungi kebahagiaan itu. Treadmill hedonis, misalnya, menjelaskan bagaimana bahkan setelah membeli sepotong teknologi baru, kita hanya mengalami sedikit peningkatan dalam kebahagiaan yang dengan cepat diratakan dan digantikan oleh keinginan kita untuk “hal baru berikutnya” atau untuk hal-hal yang seseorang lain memiliki bukan dirimu sendiri.

Masalahnya adalah semakin kita terhubung, semakin jauh kita merasa satu sama lain – setidaknya dengan cara yang intim. Munculnya troll internet dapat dikaitkan dengan fenomena ini. Orang dengan kepribadian yang tidak stabil tidak akan merasa nyaman mengatakan setengah dari hal-hal yang mereka katakan di media sosial dan dalam komentar blog jika mereka berhadapan muka dengan siapa pun yang mereka trolling. Anonimitas yang diberikan oleh internet memberdayakan orang untuk bertindak jahat jika mereka mau. Saat meluas, jangan kaget melihat troll dalam aspek kehidupan baru.
Sementara internet telah memberi umat manusia peluang dan potensi yang luar biasa, kita harus waspada terhadap apa yang kita ciptakan. Internet dari segala sesuatu tumbuh begitu cepat tetapi masih ditandai dengan kelemahan keamanan yang besar dan berpotensi fatal, masa depan yang tidak pasti dalam menghadapi pemerintah dan peraturan perusahaan, dan tidak ada cara untuk mengetahui bagaimana itu akan berdampak pada masyarakat.
Ini seharusnya tidak menghalangi kita untuk merangkul internet yang meluas tetapi sebaliknya harus menginformasikan bagaimana kita melanjutkan penerapannya. Jika kita tidak menuntut keamanan yang lebih ketat, netralitas bersih, dan percakapan sadar tentang perluasan internet dari segala sesuatu dan di mana-mana.